Hari Ini:

Jumat 20 Oct 2017

Jam Buka Toko:

Buka 24jam

Telpon:

0812.5555.0000

SMS/Whatsapp:

+62812.5555.0000

BB Messenger:

5F40CB87

Asal Muasal Vibrator dan Kondom di Zaman Victoria

02 November 2016 - Kategori Blog

Asal Muasal Vibrator dan Kondom di Zaman Victoriahttp://alatbantusexwanita.id/wp-content/uploads/2016/07/Vibrator-dan-Kondom-di-Zaman-Victoria.jpg

Ladies, sudah akrabkah Anda dengan istilah female hysteria? Istilah ini popular pada zaman Victoria dan merupakan suatu penyakit atau kelainan yang diderita oleh sebagian besar wanita pada masa tersebut.

Bukan hanya populer, istiah tersebut juga menjadi cikal bakal munculnya teknologi vibrator dan dildo. Mengapa? Pada zaman Victoria, kelainan tersebut diberi perawatan oleh para profesional medis dengan cara memberikan gosokan pada organ seksual pasien sampai si pasien mencapai orgasme.

banyak dokter yang mengeluh dengan bentuk perawatan yang terkesan tak masuk akal tersebut. Dan hal inilah yang akhirnya memberikan inspirasi pada George Taylor untuk menemukan alat bantu seksual, vibrator pertama kali.

Sayangnya, vibrator temuan Taylor tidak mendapat tanggapan yang cukup berarti dari masyarakat Victoria. Hingga akhirnya pada tahun 1880, J. Granville menciptakan vibrator baru dengan model yang lebih canggih dan alat ini bisa sangat memuskan gairah sex wnita 

vibrator temuan Granville dengan cepat menjadi idola ibu-ibu rumah tangga dan sebagian besar wanita saat itu dan juga dipercaya sebagai alat bantu massage atau pijat.http://alatbantusexwanita.id/wp-content/uploads/2016/07/Bisa-dibersihkan.jpg

Penemuan selanjutnya adalah mengenai kondom yang keberadaannya sempat diragukan sampai tahun 1560an. Manusia abad pertengahan sempat mengalami masa-masa yang sulit karena adanya wabah Black Death yang membuat banyak jiwa melayang dan diperparah dengan menyebarnya penyakit sifilis.

Setelah berpikir keras bagaimana caranya agar bisa melakukan hubungan seks yang aman tanpa mengancam nyawa mereka, akhirnya muncullah penemuan Gabrielle Falloppio berupa sarung kecil terbuat dari linen yang telah dibiarkan mengering setelah direndam dalam cairan kimia.

Percobaan penggunaan sarung yang menyerupai kondom tersebut dilakukan terhadap 1100 sukarelawan dan mendapatkan hasil bahwa mereka semua terbukti negative terjangkit penyakit sifilis.

Atas jasanya tersebut, nama Falloppio diabadikan untuk menyebut salah satu nama organ reproduksi seksual wanita, ‘fallopian’.

, , , , , , , ,